Tampilkan postingan dengan label MEDAN. Tampilkan semua postingan

Tragis, Obrolan Seorang Lelaki dengan Siti Habibah Sebelum Akhirnya Diperkosa Lalu Dibunuh

http://www.hitspoker.net/ref.php?ref=HITSPOKE

Agen Poker - Pembunuhan Siti Habibah sampai sekarang belum terungkap. Siapa tersangka yang tega mengakhiri nyawa cewek cantik berumur 16 tahun ini?
http://www.hitspoker.net/ref.php?ref=HITSPOKE

Jenazah warga Batang Kuis, Deliserdang ini dijumpai dalam keadaan miris di area bekas PTPN IX Jl Perhubungan Pasar 11.
http://www.hitspoker.net/ref.php?ref=HITSPOKE

Dia ditemukan mengapung dalam keadaan telungkup setelah mayatnya dibuang di sebuah selokan.
http://www.hitspoker.net/ref.php?ref=HITSPOKE

Dalam post terakhir dalam akun sosmed miliknya, Siti Habibah mengunggah gambar dirinya ketika sedang selfie. Dalam fotonya itu dia menambahkan komen, jaga matamu ea sayang, tulisnya.
http://www.hitspoker.net/ref.php?ref=HITSPOKE

Entah siapa yang dituju Siti dalam komen itu, akan tetapi dalam gambar itu terungkap sebuah obrolan dengan seorang lelaki yang diperkirakan menaruh hati kepada Siti.
Lelaki itu bernama Irfan Syah, hal ini diketahui setelah dia terlibat dalam sebuah obrolan dengan Siti. Percakapan itu dimulai semenjak 1 September hingga 11 September 2016.
Ini artinya delapan hari sebelum Siti ditemukan mati dibunuh. Tetapi siapakah Irfan Syah, apakah dia mempunyai hubungan dengan Siti?
Sekarang ini polisi sedang mengusut siapa tersangka pembunuhan Siti, dan siapa saja yang mempunyai hubungan dengan dia.
Apa motif pembunuhan ini berlatar asmara?
Siti Habibah diperkirakan diperkosa lebih dulu sebelum akhirnya dibunuh. 
Adanya sangkaan perkosaan ini juga secara tidak langsung dibenarkan oleh kepolisian.
Dugaan kami sementara diperkosa. Sebab pada saat dijumpai, celana yang dipakai korban kan melorot sampai ke dengkul, kata Panit Polsekta Percut Seituan, Ipda Irwanta Sembiring.
Biarpun begitu, sebut Sembiring, buat membuktikan apakah korban benar diperkosa atau tidak sebelum meninggal, pihaknya masih menanti hasil otopsi RS Bhayangkara Tingkat II Medan. Hingga saat ini, mayat korban masih diperiksa oleh tim kedokteran.
Mayat korban usai ditemukan kemarin spontan dibawa ke RS Bhayangkara. Sekarang ini masih dalam proses otopsi, ucap Irwanta.
Polisi sempat kewalahan buat mengetahui identitas korban. Ketika dijumpai, tak ada tanda pengenal pada tubuh korban.
Usai kasus penemuan jasad ini heboh, belakangan keluarga korban ada yang tiba ke lokasi.
Diketahui bahwa jasad wanita itu adalah warga Dusun VIII, Cemara III.


 
Read more

Pemkot Medan Tidak Akan Memperpanjang Kontrak Medan Mall

http://www.hitspoker.net/ref.php?ref=HITSPOKE

Agen Poker - Pada tahun 2017 yang akan datang, Pemkot Medan akan membuat tender secara terbuka kepada pihak ketiga buat mengelola Medan Mall yang merupakan aset Pemkot Medan. Tender dilaksanakan setelah Pemkot Medan tidak lagi perpanjang kontrak dengan Medan Mall yang berakhir pada tahun 2017.
 
Pemkot Medan telah menerbitkan surat, tak akan ada lagi penyambungan kontrak. Pengusaha tetap kita diminta menyerahkan aset sesuai dengan kontrak tertulis, ucap Kepala Bagian Aset Pemko Medan Agus Suryono dalam rapat kerja dengan Panitia Khusus DPRD Medan membahas Laporan Pertanggung jawaban (LPj) APBD 2015 di gedung DPRD Medan.
 
Kata Agus, pengelolaan aset Pemko Medan dilaksanakan dengan mekanisme tender.
 
Sementara itu, Anggota Pansus LPj Ahmad Arif memastikan, apakah tak ada perpanjangan kontrak antara Pemko Medan dengan pengusaha Medan Mall. Saya mendengar, telah ada perpanjangan. Kita minta penjelasan dan ketegasan, ucap Arif. Dengan bagian aset tak ada. Dan setahu saya dengan Pemkot juga tak ada, katanya.
 
Di sisi lain, Anggota Pansus LPj Irsal Fikri juga menanyakan laba yang diperoleh dari kerjasama Pemkot Medan dengan pihak ketiga terkait dengan penggunaan aset di Lapangan Merdeka, Hotel Grand Aston dan Plaza Medan Fair. Irsal dan M Arif meminta bagian Aset Pemkot Medan untuk mengatakan secara rinci pendapatan setiap tahun dari ketiga aset Pemkot Medan yang dikelola pihak ketiga. Kapan usainya (kerjasama) ketiga aset Pemkot Medan ini. Apa kontribusinya buat kita (Medan), tanya Irsal.
 
Agus Suryono sendiri tidak dapat menjelaskan secara pasti. Alasannya, aset Pemkot dialihkan dari Bagian Umum ke Bagian Aset semenjak April tahun 2015. Akan tetapi dipastikanya, jika Pemkot Medan menerima royalti atas niaga di aset Pemkot Medan. Mohon maaf, kami tak membawa dokumen. Kami akan koordinasi dengan bagian umum. Sebab itu dokumen pelunasan akan disampaikan kemudian, ucapnya.
 
Read more

Ayah Penganiaya Bayi Kembarnya Sampai Satu Tewas Divonis 8 Tahun

http://www.hitspoker.net/ref.php?ref=HITSPOKE

Agen Poker - Terbukti menganiaya bayi kembarnya sendiri, sampai salah satunya tewas, menjadikan Fredi atau Ali alias Aliang dijatuhi hukuman 8 tahun penjara dan denda sebesar 3 miliar rupiah subsidair 3 bulan kurungan.
Fredi dinilai majelis hakim melanggar Pasal 80 mengenai Undang-Undang Perlindungan Anak.
Menanggapi hasil keputusan itu, baik Jaksa Penuntut Umum Yunitri ataupun terdakwa Fredi mengatakan pikir-pikir. Putusan itu jauh lebih rendah dari tuntutan JPU selama 12 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar.
Fredi menganiaya bayinya yang berumur 7 bulan, Rayden dan Jayden karena kerap menangis, sampai Rayden tewas di RSU Bina Kasih, Jalan TB Simatupang, Medan. Perbuatan sadis yang dilakukan aliang yang tinggal di Komplek Pasar 4 Indah, itu terjadi pada hari Selasa tanggal 1 Maret 2016 silam.
Meski telah menerima perawatan intensif, nyawa Rayden tetap tidak tertolong. Tidak lama kemudian, aparat Unit Reskrim Polsek Sunggal datang. Fredi langsung ditahan, sedangkan mayat Rayden dievakuasi ke RS Brimob buat diautopsi.
Ternyata sikap kasar Fredi kepada bayinya telah berlangsung semenjak 2 bulan, tepatnya ketika Rayden berumur 5 bulan. Selain Rayden, saudara kembarnya Jayden juga sempat dianiaya. Syukurnya, penganiayaan yang dialami Jayden tidak sampai mengambil nyawanya.

Read more

Ivan Pantas Direhabilitasi

http://www.hitspoker.net/ref.php?ref=HITSPOKE

Agen Poker - Tersangka percobaan pembunuhan pastor dan usaha peledakan bom bunuh diri di Gereja Ivan Armadi Hasugian perlu menerima tindakan layaknya manusia, seperti rehabilitasi.
Ini dikatakanBNPT Komjen Pol Suhardi Alius di Pesantren Desa Seimencirim, Deliserdang pada hari Rabu 7/9/2016.
Pesantren itu bangun bekas jihadis, khusus buat anak dari bekas teroris di Sumatera Utara.
Ivan juga perlu menerima rehabilitasi. Berarti tak hanya menerima hukuman, agar pikirannya bisa kembali diluruskan. Karena, dia telah kontak langsung dengan Bahrun Naim, ucapnya setelah acara.
Dia menambahkan, Ivan menerima nilai radikal dari media sosial, serupa dengan kasus terorisme di Batam dan Solo. Mereka diberikan tugas via internet. Sebab itu, perlu langkah yang signifikan buat mereduksi redakalisme.
Itu telah kita buktikan, bahwa yang dikatakan Kapolri (mengenai Ivan kontak dengan Bahrun Naim di media sosial) kenyataan. Jadi, memang kontak dari media sosial, ucapnya.
Dia mengatakan, berita media massa juga berperan membantu pemerintah dalam mereduksi radikalisme. Berarti, permasalahan negatif jangan terlalu diberitakan, supaya tak tercipta sel jaringan gerakan radikal yang baru.
Yang jelas sejumlah peristiwa terakhir (aksi terorisme), termasuk di luar negeri juga tersambung via media info (internet). Perintahnya via internet buat merakit bom sendiri, dan melakukan cara sendiri. Permasalahan ini, juga terjadi di Eropa. Ada pastor dikejar memakai pisau, dan ada juga mobil ditabrakkan ke kumpulan massa di area tertentu, ucapnya.
Semua elemen masyarakat mempunyai peran buat mengantisipasi aksi radikal, supaya tindakan terorisme berkurang. Dia juga berpesan, supaya orangtua menjaga anaknya bermain di dunia maya.
Seperti Ivan, ada di tengah kita semua, dan mesti dilakukan antisipasi dan turut mereduksi. Keluarga punya andil, dan sekolah mesti menjaga murid ketika memakai internet atau teknologi, ucapnya.
Remaja di Indonesia rentan terpengaruh aksi radikalisme, hingga guru, dan orangtua mesti mempunyai kepedulian untuk pantau perkembangan anak. Bahkan, perlu kita waspadai siapa aja rekan bergaul anak remaja.
Anak kita masih rentan radikalisme. Saat anak telah memisahkan diri, tidak bergaul dengan lingkungannya mesti diwaspadai, cepat diberitahukan. Kepedulian guru, dosen juga keluarga amat vital mendeteksi radikalisme. Jika anak telah tak mau bergabung dengan temannya, dan berubah sikap mesti cepat dicari tau, ucapnya.
Program deradikalisasi di Sumatera Utara salah satunya merupakan membina Pesantren. Bahkan, pesantren itu adalah yang pertama di Indonesia, mencegah bertambahnya jaringan terorisme melalui pendidikan.
Pesantren menjadi binaan BNPT. Pesantren. Menurut saya, terdapat sejumlah potensial radikal yang menjadi prioritas dibangun pesantren. Ini bukan akhir, tetapi awal usaha melakukan pendekatan melalui pendidikan, ucapnya.
Sudah dilaporkan ke Presiden mengenai pembasmian terorisme tak dapat hanya dengan cara represif. Tetapi, mesti ada langkah yang humanis, hingga memerlukan sentuhan yang lebih bagus.
Anak teroris jangan dimarjinalkan, sebab amat rawan dan mereka dapat lebih militan daripada ayahnya. Anak bekas teroris mesti dirangkul, menjadi anak asuh dan keluarganya diberikan semacam kewirausahaan, ucapnya. Dia mengatakan, paling sedikit ada 400 sampai 500 rakyat Indonesia yang gabung dengan ISIS di Suriah. Mereka ke Suriah, karena diimingi kerjaan. Akan tetapi, usai tiba di sana, mereka ditelantarkan dan dipaksa gabung dengan gerakan radikal.
Seperti dalam film Jihad Selfie. Saya meminta tolong, yang seperti itu diangkat supaya warga sadar. Islam ini penuh dengan cinta kasih, mempunyai toleransi hingga tak ada stigma negatif. BNPT semalam juga dikerahkan dalam usaha penyelidikan Ivan, dan telah kita kembangkan, ucapnya.
Bekas teroris Khairul Ghazali membangun pesantren itu buat memutuskan jaringan terorisme. Pendidikan ini memutus jaringan terorisme. Saya tak banyak berkata dan spontan kerja melakukan deradikalisasi. Menumpas teroris tak berakhir dengan menjadi pengamat dan khotbah, ucapnya.
Program deradikalisasi melalui pendidikan, sambungnya, bisa mengontrol perkembangan anak bekas teroris. Tak hanya via pendidikan, pemikiran mengenai gerakan radikal juga bisa dimusnahkan, dan memahami resiko terorisme buat warga.
Mereka banyak mengetahui orangtua mereka dibunuh, ditendang. Waktu kecil tidak ingat, saat besar bangkit spirit mereka buat membenci aparat. Sekolah tak dapat mengatasi itu, katanya.
Dia mengakui mendirikan pesantren, karena prihatin kepada anak bekas teroris. Sebab itu, dia berusaha ada pesantren khusus anak teroris sebagai tempat belajar deradikalisasi di Indonesia.
Telah ada 1.000 ikhwan dalam penjara, sebab terlibat teroris. Apabila dari setiap orang yang di penjara ini mempunyai tiga anak, artinya ada 3.000 anak yang tidak terurus, tak mempunyai pendidikan, ujarnya.
Dalam ajaran Islam sebutnya, diketahui istilah birrul walidain yang mempunyai arti setiap anak mesti berbuat baik kepada orangtua. Banyak orangtua yang mengajak anaknya buat melakukan aksi sama (terorisme), dan telah banyak kasusnya di Indonesia. Misalnya, anak Imam Samudra dan Abu Jibril. Anak Abu Jibril ada yang terbunuh di Suriah dan satu lagi ditangkap ketika latihan perang di Aceh Besar, ucapnya.




Read more

PNS Melepaskan Tembakan

http://www.hitspoker.net/ref.php?ref=HITSPOKE

Agen Poker - Pegawai Negeri Sipil SKPD Pemko Medan Timbul Sinaga menembak Bayu di kawasan Kantor Satlantas Polresta Medan, Selasa 6/9/2016. Timbul menembak Bayu memakai airgun.
Bayu adalah abang Alamsyah, makelar yang dibayar Timbul buat mengurus SIM. Akibat aksi koboi itu, Timbul terpaksa ditahan ke pos Satlantas Polresta Medan buat menghindari amukan masyarakat.
PNS yang menjabat selaku Kepala Seksi Pemerintahan di Kelurahan Laucih, Medan Tuntungan itu terengah-engah ketika ditahan. Di keningnya berhamburan keringat, sebab hampir dihakimi massa Jalan Arief Lubis Lorong Juki Medan Timur, lantaran melepaskan tembakan airgun.
Timbul nekat menembak di hadapan masyarakat, karena tidak terima duit buat mengurus SIM dilarikan makelar bernama Alamsyah. Menurut kabar yang kami terima, mulanya Timbul pergi ke Satlantas Polresta Medan mencari Alamsyah.
Dia datang hendak menanyakan mengenai SIM A, yang diurus Alamsyah. Ketika berjumpa dengan Alamsyah, ternyata SIM A PNS itu belum dibuat. Tetapi, uangnya telah habis, ucap seorang warga yang tidak mau menyebutkan namanya sambil masuk ke kantor Satlantas.
Dikarenakan kesal merasa tertipu, Timbulpun beradu mulut dengan Alamsyah. Ketika itu, teman-teman Alamsyahpun datang mau memberikan bantuan.
Yang saya dengar, PNS ini mau dikeroyok. Lalu, dia pergi ke arah depan kantor Satlantas, ucap lelaki berbaju biru ini, tanpa mau mengatakan namanya. Karena terdesak, Timbul berupaya membalas.
Ketika itu, Abang Alamsyah bernama Bayu datang dan mau ikut memukul Timbul. Langsung, Timbul mengeluarkan airgun, yang berada di pinggangnya. Saat itu, baik Bayu ataupun Alamsyah sama-sama ngotot mau memukul Timbul.
Karena sudah terpojok, ditembakkannya senjatanya itu. Mengenai perut Bayu, kata warga itu. Mendengar ada keributan, aparat Satlantas spontan menahan Timbul bersama airgunnya. Sementara Bayu dan Alamsyah spontan menghilang.
Petugas Satlantas Bripka Bujur, yang ada di tempat mengatakan, Timbul mau dipukuli makelar. Bujur berkata, Timbul lalu mengeluarkan senjatanya dan melepaskan tembakan.
Timbul katanya mau buat SIM. Ternyata duitnya dimakan makelar. Dicarinyalah makelar tersebut. Usai jumpa, mereka ribut, ucap Bujur. Setelah dimintai keterangannya di kantor Satlantas, Timbul lalu dibawa ke Polresta Medan.
AKP Umar yang kami jumpai di halaman Satlantas mengakui, bentrok terjadi di luar kantor Satlantas. Usai itu, Timbul dititipkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polresta Medan.
Bukan di dalam kantor, ya. Tetapi di luar, ucap Umar.
Mulanya Umar mengakui, tak mengetahui soal masalah itu. Dia baru mengetahui usai bawahannya menghadap buat memberikan laporan.
Padahal saya dari tadi di kantor. Tidak tahu saya. Yang jelas, telah diserahkan ke SPKT, kata Umar.
Menurut pantauan kami, Timbul yang diantar ke SPKT sampai sore tidak kunjung keluar. Kabar terakhir, baik Timbul ataupun Bayu sama-sama membuat laporan. Timbul membuat laporan penipuan, lalu Bayu membuat laporan penembakan.
Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Fahrizal saat kami tanya mengenai kelanjutan kasus itu belum mau memberikan keterangan. Ketika dihubungi, Fahrizal belum ingin menjawab begitu juga ketika dikonfirmasi melalui sms.


Read more